Headlines News :
Home » » Serat Jayabaya

Serat Jayabaya

Written By Anonim on Selasa, 31 Juli 2012 | 21.06

Serat Jayabaya Dalam Serat Jayabaya karangan Ronggowarsito, tertulis diantaranya adalah sebagai berikut: Banjir bandang ana ngendi-endi, gunung njeblug tan anjarwani, tan angimpeni, gethinge kepathi-pati marang pandhita kang olah pati geni marga wedi kapiyak wadine, sapa sira sing sayekti

Artinya : Banjir bandang terjadi dimana-mana, gunung meletus tanpa dapat diprediksi karenanya tiadanya isyarat yang mendahuluinya; perasaan benci berlebihan terhadap mereka yang bersikap arif maupun para cerdik-cendekiawan karena pada umumnya orang takut terbongkar rahasia pribadinya.

Akeh laknat, akeh pengkhianat, anak mangsa bapak, sedulur mengsah sedherek, guru padha satru, buruh dadi mungsuh, kana kene padha ngumbar angkara murka

Banyak laknat, banyak pengkhianat, yang muda melawan yang tua, saudara memusuhi saudaranya, guru saling berseteru, boaboo buruh jadi musuh, di mana-mana banyak yang melampiaskan kemarahan.

Akeh udan salah mangsa, akeh prawan tuwa, akeh randha meteng, akeh bayi tanpa bapa, agama akeh sing nantang, kamanungsan akeh sing ilang, omah suci padha dibenci, omah ala padha dipuja, wanodya padha wani ing ngendi-endi

Banyak hujan turun salah musim, banyak perawan tua, banyak janda hamil, banyak bayi tanpa ayah, banyak orang menentang agama, banyak orang kehilangan kemanusiaan; rumah suci dibenci, tempat maksiat dipuja, dan wanita berani tampil di mana-mana.

Ratu ora netepi janji musna kuwasa lan prabawane, wong padha mangan wong, kayu gligan lan wesi hiya padha doyan, dirasa enak kaya roti bolu, yen wengi padha ora bisa turu

Karena pemimpin tidak menepati janjinya, maka hilang kekuasaan dan pudar kewibawaannya, orang makan sesamanya, kayu dan besi juga dimakan layaknya kue bolu (korup), namun menyebabkan sulit tidur pada malam hari.

Percaya tidak percaya, itu terserah anda …
Bagaimana menurut anda?

sejatinya pesan-pesan moral yang termaktub dalam Serat Jayabaya bukanlah ciptaan Ronggowarsito. Pujangga Kasunanan Surakarta itu hanya menyadur kitab milik kakeknya, yang menjadi pujangga Raja Kadiri, Jayabaya. Dikabarkan Raja Jayabaya semasa hidupnya memang dikenal jago meramal.

Kendati demikian, banyak karya sastra lain yang ditulis oleh Ronggowarsito. Serat Aji Pamasa, Serat Candrarini, Serat Kalatidha, Serat Paramayoga, Suluk Saloka Jiwa, hingga Serat Sabda Jati.

Ronggowarsito lahir di Surakarta pada 15 Maret 1802 dan wafat di Surakarta pada 24 Desember 1873. Dia adalah putra dari Mas Pajangswara dan cucu dari Yasadipura II, pujangga besar Kasunanan Surakarta. Ronggowarsito diangkat sebagai Panewu Carik Kadipaten Anom bergelar Raden Ngabehi Ronggowarsito, menggantikan ayahnya yang meninggal di penjara Belanda pada tahun 1830. Lalu, setelah kakeknya wafat, dia diangkat sebagai pujangga Keraton Surakarta oleh Pakubuwana VII pada tanggal 14 September 1845
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Ilmu Metafisika

Popular Post

Masukkan Email Anda Disini:

Delivered by FeedBurner

Daftar Isi Halaman

Berita Terkini

Data Statistik

cs.1 cs.2


 
Support : Creating Website | Template | Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. . - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Template